Recap V-TwoPhat BuBar!
Pernah membayangkan, bagaimana rasanya menjadi ketua kelas dari sebuah kelas yang berisi 42 (dari 43 murid) enerjik, kelebihan adrenalin, dan kekurangan tatih tayang. Yang setiap hari sabtu, pulang jam 11.00 (seharusnya jam 14.00) trus jalan-jalan ke Kali Kuning atau Prambanan. Yang setiap kelas Kimia langsung jadi sekumpulan anak-anak sariawan (nggak banyak ngomong!). Yang pernah membuat seorang guru membanting buku dan menangis di depan kelas. Yang mengecat tembok belakang kelas dengan gambar Gorillaz, Bart Simpson, dan Samurai X. Coba bayangkan?
Sang ketua kelas harus mencari akal bulus, 1001 alasan, dan 1002 perjanjian untuk bernegosiasi dengan wali kelas dan kepala sekolah. Sang ketua kelas juga harus rajin berdiskusi dengan guru sosiologi untuk bisa menghadapi anak-anak yang enerjik tadi. Sang ketua kelas harus mendekati anak-anak enerjik tadi secara personal untuk mendengar keluhannya dan mencoba mengajak bekerja sama untuk menciptakan kelas yang sedikit agak tertib. Pada saat yang sama, sang ketua kelas harus menyelesaikan 2 buah penelitian, ikut berlomba mewakili sekolah ke Jakarta, latihan dan ikut lomba debat bahasa inggris, dan menjadi anggota MPK. Bisa membayangkan rasanya? Jika tidak, tanyakan saja pada saya, karena saya si ketua kelas “so sial” itu.
Bulan puasa lalu, dimulai dengan keisengan ngobrol-ngobrol dan Yahoo Messenger-an akhirnya berkumpul lagi lah anak-anak enerjik tadi. Di angkringan Sebul (yang bikin nasi gorengnya lammmmmaaaaaaa banget dan minumannya dikiiiiiiiiitttttttt bbbbaangggettt! Ga tau apa, adzan tuh udah setengah jam yang lalu!). Ada yang berubah, ada yang tidak. Tapi justru jadi seru mengingat masa jahiliyah….!
ket: TwoPhat = Kelas 2.4